Apa Perbedaan Generalis Dan Spesialis

Apa Perbedaan Generalis Dan Spesialis

Posted on

Apa Perbedaan Generalis Dan Spesialis. Seorang yang generalis hanya sebatas. Spesialis adalah orang yang mempelajari. Akan tetapi, generalis tidak mendalami suatu konsep hingga memiliki spesifikasi di bidang tersebut.


Apa perbedaan antara sel Volta dan sel elektrolisis? Mas Dayat
Image from: www.masdayat.net

Generalis biasanya tidak mendalami satu hal tertentu sehingga mudah menyesuaikan diri untuk menjalankan suatu posisi baru yang berbeda di perusahaan. Mereka memandang sesuatu secara lebih spesifik. Generalis adalah tipe yang mengerti banyak hal, tetapi tidak secara spesifik. Orang spesialis akan fokus hanya pada satu pekerjaan berbeda untuk industri, sektor, atau pasar tertentu. Bukan hal baru memang ketika memperdebatkan antara generalis maupun spesialis, karena di tahun 2008 silam pun, topik ini juga pernah ramai diperbincangkan setelah malcolm gladwell meluncurkan bukunya yang berjudul ‘outliers :

Apakah kalian pernah mendengar istilah generalis dan spesialis? Generalis adalah tipe yang mengerti banyak hal, tetapi tidak secara spesifik. Perbedaan antara generalis, spesialis dan versatilis.

Generalis adalah tipe yang mengerti banyak hal, tetapi tidak secara spesifik. Spesialis adalah orang yang mempelajari. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk menjadi generalis, dan mencoba berbagai bidang pekerjaan yang ada. Namun ia memiliki pengetahuan lain di bidang tertentu.

Maka Dari Itu, Tidak Ada Salahnya Untuk Menjadi Generalis, Dan Mencoba Berbagai Bidang Pekerjaan Yang Ada.

Pengetahuan mereka spesifik tetapi sangat dalam. Menjadi spesialis dalam topik yang dikuasai. Sementara itu, spesialis memiliki makna yang berkebalikan dengan generalis.

Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk menjadi generalis, dan mencoba berbagai bidang pekerjaan yang ada. Namun ia menambah pengetahuan secara mendalam di bidang tersebut. Memang sih, topik ‘generalis versus spesialis’ ini sudah terjadi sejak lama dan semakin terdengar ‘pertarungannya’ setelah malcolm gladwell membuat teori ‘10.000’ jam yang kemudian dibantah oleh banyak orang.

Apakah kalian pernah mendengar istilah generalis dan spesialis? Orang yang generalis mempunyai wawasan yang luas tetapi tidak dalam, dalam artian tidak memerlukan analisa terhadap suatu pengetahuan. Spesialis lebih menyukai rutinitas dan fokus pada satu bidang.

Tercermin melalui istilahnya, seseorang yang spesialis adalah orang yang menekuni satu bidang dan tentunya ahli dalam bidang tersebut. Sebaliknya, kontras dengan “tampilan” seorang spesialis, seorang generalis merasa dirinya “tahu segalanya”, “tahu banyak hal”, “menguasai segala hal”, “palugada, apa elu mau gua ada”—sebuah asumsi, terjebak dalam asumsi semu yang menyesatkan perspektif dirinya terhadap profesi serta kompetensi dirinya sendiri. Spesialis bisa berkembang pesat di perusahaan yang mempekerjakan mereka dan mau menjadi guru bagi mereka tentang proses.

Bukan hal baru memang ketika memperdebatkan antara generalis maupun spesialis, karena di tahun 2008 silam pun, topik ini juga pernah ramai diperbincangkan setelah malcolm gladwell meluncurkan bukunya yang berjudul ‘outliers : Orang spesialis akan fokus hanya pada satu pekerjaan berbeda untuk industri, sektor, atau pasar tertentu. Kamu bisa mencoba untuk terjun di berbagai bidang, dengan begitu kamu akan tahu bagaimana rasanya bekerja di banyak bidang yang berbeda.

Pengetahuan Mereka Spesifik Tetapi Sangat Dalam.

Namun ia menambah pengetahuan secara mendalam di bidang tersebut. Berikut ini perbedaan antara spesialis dan generalis di dunia kerja: Orang spesialis akan fokus hanya pada satu pekerjaan berbeda untuk industri, sektor, atau pasar tertentu.

Tipe ini biasanya memahami konsep secara umum dan melihat permasalahan dari berbagai segi. Perbedaan antara generalis, spesialis dan versatilis. Pembeda dari kedua pendekatan tersebut adalah mana yang primer dan sekunder.

Apakah kalian pernah mendengar istilah generalis dan spesialis? Generalis biasanya tidak mendalami satu hal tertentu sehingga mudah menyesuaikan diri untuk menjalankan suatu posisi baru yang berbeda di perusahaan. Bukan hal baru memang ketika memperdebatkan antara generalis maupun spesialis, karena di tahun 2008 silam pun, topik ini juga pernah ramai diperbincangkan setelah malcolm gladwell meluncurkan bukunya yang berjudul ‘outliers :

Banyak perusahaan juga biasanya ingin mempekerjakan karyawan yang ahli dalam bidangnya. Tercermin melalui istilahnya, seseorang yang spesialis adalah orang yang menekuni satu bidang dan tentunya ahli dalam bidang tersebut. Generalis adalah tipe yang mengerti banyak hal, tetapi tidak secara spesifik.

Pengetahuan mereka spesifik tetapi sangat dalam. Namun ia memiliki pengetahuan lain di bidang tertentu. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk menjadi generalis, dan mencoba berbagai bidang pekerjaan yang ada.

Menjadi Spesialis Dalam Topik Yang Dikuasai.

Namun ia memiliki pengetahuan lain di bidang tertentu. Mereka memandang sesuatu secara lebih spesifik. Spesialis adalah orang yang mempelajari.

Sebaliknya, kontras dengan “tampilan” seorang spesialis, seorang generalis merasa dirinya “tahu segalanya”, “tahu banyak hal”, “menguasai segala hal”, “palugada, apa elu mau gua ada”—sebuah asumsi, terjebak dalam asumsi semu yang menyesatkan perspektif dirinya terhadap profesi serta kompetensi dirinya sendiri. Kamu bisa mencoba untuk terjun di berbagai bidang, dengan begitu kamu akan tahu bagaimana rasanya bekerja di banyak bidang yang berbeda. Perbedaan antara generalis, spesialis dan versatilis.

Memang sih, topik ‘generalis versus spesialis’ ini sudah terjadi sejak lama dan semakin terdengar ‘pertarungannya’ setelah malcolm gladwell membuat teori ‘10.000’ jam yang kemudian dibantah oleh banyak orang. The story of success’.klaim penulis yang menyatakan bahwa untuk menjadi suatu ahli atau spesialis dalam bidang tertentu. Kita semua pasti pada satu titik pernah bertanya, apakah saya harus menjadi seorang spesialis atau generalis ya di masa depan?

Orang yang generalis mempunyai wawasan yang luas tetapi tidak dalam, dalam artian tidak memerlukan analisa terhadap suatu pengetahuan. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk menjadi generalis, dan mencoba berbagai bidang pekerjaan yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published.