Adakah Berbohong Yang Diperbolehkan

Adakah Berbohong Yang Diperbolehkan

Posted on

Adakah Berbohong Yang Diperbolehkan. Berbohong di medan perang diperbolehkan sebagaimana hadits rasulullah yang artinya, “perang adalah tipu muslihat.” (h.r bukhari) dan ibnul farabi dalam kitab fathul bari menambahkan bahwa berbohong ketika perang adalah pengecualian yang dibolehkan berdasarkan nash, sebagai keringanan bagi kaum muslimin karena kebutuhan mereka dalam. Ana pernah mendengar sebelumnya bahwa salah satu dusta yang diperbolehkan oleh allaah jalla wa 'ala adalah untuk mendamaikan dua saudara muslim yang sedang bertengkar/berselisih. Sebagai contohnya, berbohong yang diperbolehkan adalah ketika seorang suami membeli barang entah baju atau mungkin sepatu untuk istri.


Adakah Hukum Bayi Tabung Uji Dari Alquran Namun, ada kasus dimana doa
Image from: ratihsuryatmi856.blogspot.com

Dari batasan ini menunjukkan bahwa tujuan yang mubah, jika tidak bisa tercapai dengan hanya ucapan jujur, maka diperbolehkan dengan ucapan yang bohong. Tentu saja yang berbohong adalah pihak ketiga. Atas dasar untuk mendamaikan, maka sikap ini diperbolehkan demi terhindar dari perselisihan. Para nabi dan rasul diberi 4 sifat dasar yaitu sidik (jujur), amanah, fathanah (cerdas) dan tabligh (menyampaikan). Jika tujuan yang terpuji tidak dapat di peroleh kecuali dengan cara berobhong maka berbohong dalam keadaan tesebut adalah mubah.

Namun demikian, berbohong yang diperbolehkan dalam islam adalah berbohong dalam arti permainan kata ( tauriyah ), yaitu menampakkan kepada yang diajak bicara tidak sesuai dengan kenyataan, namun sesungguhnya pernyataan yang diungkap adalah benar. Dari batasan ini menunjukkan bahwa tujuan yang mubah, jika tidak bisa tercapai dengan hanya ucapan jujur, maka diperbolehkan dengan ucapan yang bohong. Jika tujuan yang terpuji tidak dapat di peroleh kecuali dengan cara berobhong maka berbohong dalam keadaan tesebut adalah mubah.

Dengan demikian terjalin keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang antara suami istri. Para nabi dan rasul diberi 4 sifat dasar yaitu sidik (jujur), amanah, fathanah (cerdas) dan tabligh (menyampaikan). Namun demikian, berbohong yang diperbolehkan dalam islam adalah berbohong dalam arti permainan kata ( tauriyah ), yaitu menampakkan kepada yang diajak bicara tidak sesuai dengan kenyataan, namun sesungguhnya pernyataan yang diungkap adalah benar. Meski istri kurang suka entah karena warna atau mungkin produknya yang sudah ketinggalan zaman, namun sang istri tetap mengatakan jika dia menyukainya meski yang dirasakan adalah sebaliknya.

Ummu Kultsum Binti Uqabah Radhiyallau ‘Anha Meriwayatkan Sebuah Hadits, Aku Tidak Pernah Mendengar Rasulullah Memperbolehkan Berbohong Kecuali Dalam 3 Hal Yaitu:

Atas dasar untuk mendamaikan, maka sikap ini diperbolehkan demi terhindar dari perselisihan. Iya ada, bahkan orang yang melakukannya diberi pahala. Para nabi dan rasul diberi 4 sifat dasar yaitu sidik (jujur), amanah, fathanah (cerdas) dan tabligh (menyampaikan).

Orang yang berkata bohong dengan tujuan untuk mendamaikan perselisihan, orang yang. Tentu saja yang berbohong adalah pihak ketiga. Setiap tujuan yang terpuji yang masih di mungkinkan sampai kepadanya dengan cara jujur dan berbohong dengan cara bersamaan maka berbohong dalam hal tesebut adalah haram.

Ummu kultsum binti uqabah radhiyallau ‘anha meriwayatkan sebuah hadits, aku tidak pernah mendengar rasulullah memperbolehkan berbohong kecuali dalam 3 hal yaitu: Misalnya pihak ketiga menyampaikan suatu hal yang baik seolah hal ini berasal dari salah satu pihak yang bertikai untuk disampaikan kepada musuhnya. Bohong antara suami dan istri untuk ciptakan keharmonisan

Sebagai contohnya, berbohong yang diperbolehkan adalah ketika seorang suami membeli barang entah baju atau mungkin sepatu untuk istri. Bismillaahirrahmaanirrahim semoga ustadz senantiasa diistiqomahkan di atas manhaajus salafush shalih hingga akhir hayat. Adapun sifat kebalikannya adalah berdusta, berkhianat, bodoh, dan menyembunyikan apa yang harusnya disampaikan.

Kedua contoh jawaban di atas sama2 berbohong akan tetapi yang pertam tidak menimbulkan efek samping, sedangkan jawaban yg kedua menimbulkan mudharat bagi orang. Dari batasan ini menunjukkan bahwa tujuan yang mubah, jika tidak bisa tercapai dengan hanya ucapan jujur, maka diperbolehkan dengan ucapan yang bohong. Misalkan, seorang guru yang memotivasi muridnya untuk belajar dengan giat, pasti mengatakan bahwa muridnya tersebut pintar (walaupun terkadang ia bodong), agar muridnya mau belajar lebih keras untuk mendapatkan ilmu.

Bismillaahirrahmaanirrahim Semoga Ustadz Senantiasa Diistiqomahkan Di Atas Manhaajus Salafush Shalih Hingga Akhir Hayat.

Jika menghasalkan tujuan yang terpuji. Para nabi dan rasul diberi 4 sifat dasar yaitu sidik (jujur), amanah, fathanah (cerdas) dan tabligh (menyampaikan). Berbohong merupakan hal yang berlawanan dengan sikap para rasul.

Misalkan, seorang guru yang memotivasi muridnya untuk belajar dengan giat, pasti mengatakan bahwa muridnya tersebut pintar (walaupun terkadang ia bodong), agar muridnya mau belajar lebih keras untuk mendapatkan ilmu. Iya ada, bahkan orang yang melakukannya diberi pahala. Berbohong di medan perang diperbolehkan sebagaimana hadits rasulullah yang artinya, “perang adalah tipu muslihat.” (h.r bukhari) dan ibnul farabi dalam kitab fathul bari menambahkan bahwa berbohong ketika perang adalah pengecualian yang dibolehkan berdasarkan nash, sebagai keringanan bagi kaum muslimin karena kebutuhan mereka dalam.

Oleh karenanya, dalam islam, berbohong. Meski istri kurang suka entah karena warna atau mungkin produknya yang sudah ketinggalan zaman, namun sang istri tetap mengatakan jika dia menyukainya meski yang dirasakan adalah sebaliknya. Bohong antara suami dan istri untuk ciptakan keharmonisan

Tentu saja yang berbohong adalah pihak ketiga. Orang yang berkata bohong dengan tujuan untuk mendamaikan perselisihan, orang yang. Kedua contoh jawaban di atas sama2 berbohong akan tetapi yang pertam tidak menimbulkan efek samping, sedangkan jawaban yg kedua menimbulkan mudharat bagi orang.

Bismillaahirrahmaanirrahim semoga ustadz senantiasa diistiqomahkan di atas manhaajus salafush shalih hingga akhir hayat. Jika tujuan yang terpuji tidak dapat di peroleh kecuali dengan cara berobhong maka berbohong dalam keadaan tesebut adalah mubah. Setiap tujuan yang terpuji yang masih di mungkinkan sampai kepadanya dengan cara jujur dan berbohong dengan cara bersamaan maka berbohong dalam hal tesebut adalah haram.

Misalkan, Seorang Guru Yang Memotivasi Muridnya Untuk Belajar Dengan Giat, Pasti Mengatakan Bahwa Muridnya Tersebut Pintar (Walaupun Terkadang Ia Bodong), Agar Muridnya Mau Belajar Lebih Keras Untuk Mendapatkan Ilmu.

Ummu kultsum binti uqabah radhiyallau ‘anha meriwayatkan sebuah hadits, aku tidak pernah mendengar rasulullah memperbolehkan berbohong kecuali dalam 3 hal yaitu: Jika menghasalkan tujuan yang terpuji. Dengan demikian terjalin keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang antara suami istri.

Sebagai contohnya, berbohong yang diperbolehkan adalah ketika seorang suami membeli barang entah baju atau mungkin sepatu untuk istri. Namun jika tujuannya adalah kewajiban, dan tidak bisa dicapai tanpa ucapan bohong, maka ucapan bohong tersebut hukumnya wajib. Dari batasan ini menunjukkan bahwa tujuan yang mubah, jika tidak bisa tercapai dengan hanya ucapan jujur, maka diperbolehkan dengan ucapan yang bohong.

Bohong antara suami dan istri untuk ciptakan keharmonisan Orang yang berkata bohong dengan tujuan untuk mendamaikan perselisihan, orang yang. Ketika ada yang bertanya pada kita “apakah dia orang yang sopan”, kemudian kita menjawab “dia orang yang kurang ajar” (padahal kita tahu bahwa dia adalah benar orang yg sopan).

Para nabi dan rasul diberi 4 sifat dasar yaitu sidik (jujur), amanah, fathanah (cerdas) dan tabligh (menyampaikan). Tentu saja yang berbohong adalah pihak ketiga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *